MANAJEMEN KURIKULUM

Kamis, Januari 11th 2018. | Artikel, Manajemen Pendidikan

Sumber Gambar : http://wacanapengetahuan.blogspot.co.id

MANAJEMEN PENDIDIKAN

MANAJEMEN KURIKULUM

Disusun oleh :

Nabiella Piguna (15201241056)

Syifa Nur Tamara (15201241066)

Tegar Tito Nugraha (15201241068)

Tri Wahyuningsih (15201241047)

 

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Secara etimologis, istilah kurikulum berasal dari bahasa yunani, yaitu curiryang artinya “pelari” dan curere yang berarti “tempat berpacu”. Istilah kurikulum berasal dari dunia olah raga, terutama dalam bidang atletik pada zaman romawi kuno. Dalam bahasa prancis, istilah kurikulum berasal dari kata courier yang berarti berlari(to run). Kurikulum berarti suatu jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari dari garis start sampai dengan finish untuk memperoleh medali atau penghargaan

Luxemburg dan Ornstein (2000:433) mengemukakan bahwa kurikulum dapat di definisikan dalam berbagai pengertian sebagai rencana, dalam kaitan dengan pengalaman, sebagai suatu bidang studi, dan dalam kaitan dengan mata pelajaran dan tingkatan kelas  suatu kurikulum dapat digambarkan sebagai suatu rencana tindakan, atau suatu dokumen tertulis, yang meliputi strategi untuk menuju keberhasilan tujuan yang di inginkan. Kebanyakan pendidik menyetujui definisi ini, seperti halnya kebanyakan pengelola pendidikan yang mendekati kurikulum dalam kaitan dengan suatu pandangan manajerial atau tingkah laku.

 

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta bahan yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Kurikulum dapat juga digambarkan secara luas, yang berhubungan dengan pengalaman pelajar. Pandangan ini mempertimbangkan hampir semua pengalaman di sekolah, bahkan di luar sekolah (sepanjang itu direncanakan) sebagai bagian dari kurikulum. Hal itu berakar dari definisi John  Dewey tentang pendidikan dan pengalaman, seperti halnya pandangan Hollis Caswell dan Doak Campbell, pada tahun 1930 an kurikulum adalah “semua pengalaman anak-anak di bawah bimbingan guru.

  1. No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.

Manajemen kurikulum adalah suatu system pengelolaan kurikulum yang kooperatif, komperhensif, sistemik, dan sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum. Dalam pelaksanaannya, manajemen berbasis sekolah (MBS) dan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Oleh karena itu, otonomi yang diberikan pada lembaga pendidikan dalam mengelola kurikulum secara mandiri dengan memprioritaskan kebutuhan dan ketercapaian sasaran dalam visi dan misi lembaga pendidikan tidak mengabaikan kebijaksanaan nasional yang telah ditetapkan.

Keterlibatan masyarakat dalam manajemen kurikulum dimaksudkan agar dapat memahami, membantu, dan mengontrol implementasi kurikulum, sehingga lembaga pendidikan selain dituntut kooperatif juga mampu mandiri dalam mengidentifikasi kebutuhan kurikulum, mendesain kurikulum, mengendalikan serta melaporkan sumber dan hasil kurikulum, baik kepada masyarakat maupun pemerintah.

 

 

BAB II

ISI

 

  • Pengertian

   Kata kurikulum berasal dari bahasa Inggris “Curriculum” yang diambil dari bahasa Yunani “Curir” yang artinya pelari dan “Curere” yang artinya tempat berpacu. Kata kurikulum sebenarnya berasal dari bidang olahraga yang menunjuk pada definisi “jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari dari garis start sampai finish”. Sedangkan di sekolah, kurikulum sendiri diartikan sebagai jarak kegiatan belajar dari awal sekolah sampai tamat dari sekolah tersebut.

Menurut Lunenberg dan Ornstein mengemukakan bahwa kurikulum dapat didefinisikan sebagai rencana, dalam kaitan dengan pengalaman, sebagai suatu bidang studi, dan dalam kaitan dengan mata pelajaran dan tingkatan kelas.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan kurikulum adalah segala kesempatan untuk memperoleh pengalaman yang dituangkan dalam bentuk rencana yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di sekolah demi mencapai tujuan pendidikan tertentu.

 

  • Komponen

Berikut adalah komponen yang merujuk pada kurikulum, yakni :

  1. Tujuan

Menurut Nana Syaodih Sukmadinata tujuan kurikulum dirumuskan dalam dua hal:

  1. Perkembangan tuntutan, kondisi dan kebutuhan masyarakat.
  2. Didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis, terutama falasafah negara.
  3. Isi/bahan ajar

Bahan ajar tersusun atas topik-topik dan sub-sub topik tertentu, tiap topik atau subtopik mengandung ide pokok yang relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan.

  1. Proses dan strategi pembelajaran

Ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam mengajar. Rowntree membagi strategi mengajar atas Exposition-Discovery Learning dan Groups-Individual Learning, sedangkan Ausubel & Robinson membagi atas strategi Reception Learning-Discovery Learning dan Rote Learning-Meaningful Learning.

  1. Media pembelajaran

Menurut Nana Syaodih Sukmadinata, media pembelajaran adalah segala macam bentuk perangsang dan alat yang disediakan guru untuk mendorong siswa. Perumusan tersebut menggambarkan pengertian media yang cukup luas, mencakup berbagai bentuk perangsangbelajar yang sering disebut sebagai audio visual aid, serta berbagai bentuk alat penyaji perangsang belajar, berupa alat-alat elektronika seperti mesin pengajaran, film, audio cassette, video cassette, televisi, dan komputer.

  1. Evaluasi pembelajaran

Menurut Nana Syaodih Sukmadinata evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan.

Ada dua macam evaluasi pembelajaran, yaitu : (1) Evaluasi hasil belajar-mengajar, dan (2) Evaluasi pelaksanaan mengajar.

 

  • Manajemen Kurikulum

Menurut Suharsini Arikunto (2000:8), manajemen kurikulum adalah penerapan jenis kegiatan dan fungsi manajemen (perencanaan, pelaksanaan dan penilaian) dalam kurikulum. Sedangkan, menurut Lunenberg dan Orstein (2000) dalam manajemen kurikulum terdapat tiga proses yaitu,  perencanaan kurikulum (planning the curriculum), pelaksanaan kurikulum (implementation the curriculum) dan penilaian terhadap pelaksanaan kurikulum (evaluating the curriculum).

  1. Perencanaan kurikulum

Perencanaan kurikulum harus memerhatikan karakteristik kurikulum yang baik meliputi isinya, pengorganisasian maupun peluang – peluang untuk menciptakan yang baik untuk mudah diwujudkan oleh pelaksana kurikulum yaitu, guru. Rencana pembelajaran dapat berupa persiapan mengajar, silabus, program semester, program tahunan, pemilihan bahan ajar, pemilihan strategi pembelajaran dan lain sebagainya. Sedangkan dalam konteks Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dapat dirinci menjadi dua yakni,

  1. Tingkat Pusat
  • Tujuan pendidikan
  • Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)
  • Pedoman – pedoman pelaksanaan yang dilaksanakan di sekolah meliputi :
  1. Struktur program (susunan mata pelajaran dan alokasi waktu)
  2. Pedoman penyusunan kalender pendidikan
  3. Pedoman penyusunan jadwal pelajaran
  4. Tingkat Sekolah, merencanakan :
  • Program tahunan
  • Program semester (caturwulan)
  • Silabus
  • Satuan pelajaran
  • Jadwal pelajaran sekolah

 

  1. Pelaksanaan Kurikulum

Tahap pelaksanaan kurikulum merupakan tahap pelaksanaan pembelajaran, sedangkan kegiatan manajemen kurikulum pada tahap ini berupa kegiatan pengelolaan pembelajaran, misalnya melalui manajemen kelas. Dalam pelaksanaan kurikulum guru mempunyai hak penuh untuk mengaplikasikan rencana – rencana yang telah dibuat. Hasil dari pembelajaran bergantung pada guru dalam mengolah sehingga dapat menciptakan kegiatan pembelajaran yang diinginkan.

 

 

  1. Evaluasi Kurikulum

Evaluasi atau penilaian kurikulum dimaksudkan untuk melihat atau menaksir keefektifan kurikulum yang digunakan oleh guru yang mengaplikasikan kurikulum tersebut. Evaluasi kurikulum dapat dijadikan umpan balik dari pencapaian tujuan kurikulum secara maksimal. Evaluasi di sekolah dapat dibagi menjadi dua yaitu, (1) evaluasi formatif, evaluasi yang dilakukan oleh guru setelah pokok bahasan selesai dipelajari oleh siswa, (2) evaluasi sumatif, evaluasi yang dilakukan oleh guru setelah satu jangka waktu trtentu (semester).

 

  1. Pengembangan Kurikulum

Pengembangan kurikulum dapat dikatan sebagai perubahan sistem kurikulum yang terjadi karena adanya perkembangan kehidupan dan IPTEKS. Hal ini diperlukan untuk merespon perkembangan IPTEKS, perubahan sosial di luar sistem pendidikan, pemenuhan kebutuhan siswa, kemajuan dalam pendidikan dan perubahan sistem pendidikan itu sendiri. Di Indonesia, sudah ada sekian perubahan atau pergantian kurikulum yang masing – masing kurikulum memiliki kekurangan dan kelebihannya.

 

BAB III

PENUTUP

  • Kesimpulan

Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan kehidupan dalam masyarakat, kurikulum senantias berkembang dan menyelaras diri dengan kemajuan zaman. Begitu besar pentingnya pendidikan, untuk itu agar agar pendidikan itu terarah dan lebih memikirkan pada arah kemajuan maka diperlukannya suatu kurikulum. Kuriulum merupakan program yang terencan dan menyeluruh yang menggambarkan kualitas pendidikan suatu bangsa, sehingga kurikulum memegang peran strategis dalam kemajuan bangsa tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya pengolaan kurikulum yang berupa dinamis dan intergratif, dengan melaui langkah-langkah yang sistematis profesional, dan melibatkan seluruh aspek yang terkait dalam tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Kurikulum pun bisa berjalan dengan baik perlu adanya pengelolaan agar pendidikan berjalan sesuai dengan tugas dan bidangnya masing-masing. Dalam pengelolaan kurikulum meliputi perencanaan, pelaksanaan atau implementasi dan penilaian atau evaluasi.Usaha yang harus dilakukan dalam menerapkan manajemen pendidikan adalah :

  • Peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru merupakan keharusan
  • Perlu dukungan semua pihak
  • Klub Guru dan organisasi sejenis harus di depan dalam mencari terobosan peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme guru. Contoh: Teacher’s Union di negara-negara maju.
  • Guru jangan selalu menggantungkan pada pemerintah.
  • Saran – saran

Pengembangan Kurikulum haruslah melibatkan berbagai pihak seperti:

  1. Guru

Untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sangat dibutuhkan partisipasi guru terutama dalam pengembangan kurikulum. Partisipasi tersebut ditunjukkan oleh keterlibatan guru baik secara mental, fisik dalam berbagai aktivitas pendidikan khususnya dalam proses pengembangan kurikulum yang meliputi: (1) Penetapan tujuan sekolah; (2) Penetapan program pendidikan/ kurikulum sekolah; (3) Penetapan strategi pelaksanaan.

  1. Kepala Sekolah

Kualitas proses belajar mengajar merupakan kondisi yang mengarah pada keterlaksanaan kegiatan belajar mengajar yang pada akhirnya ditujukan pada ketercapaian tujuan pendidikan. Ketercapaian tujuan pendidikan pada suatu lembaga sekolah hanya dapat dilakukan apabila kepala sekolah memiliki kemampuan di dalam mengembangkan kurikulum sekolahnya. Kepala sekolah sebagai penanggungjawab proses pendidikan di sekolah, hendaknya memiliki kemampuan di dalam mengembang­kan kurikulum sekolah yang meliputi: (1) Kemampuan merumuskan visi dan misi sekolah; (2) Kemampuan merumuskan program kurikulum dan kegiatan pendidikan; (3) Kemampuan dalam mengembangkan sarana pendidikan; (4) Kemampuan mengevaluasi keberhasilan pendidikan yang telah dilakukannya.

  1. Masyarakat

Diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi dengan baik dapat berupa dukungan materil maupun spirituil. Sebab masyarakatlah yang akan menilai berhasil-tidaknya program pendidikan di sekolah. Jadi jelaslah bahwa peran serta masyarakat amat diharapkan dalam pengembangan kurikulum, agar jangan terjadi hambatan yang berarti.

Semoga tulisan ini bermamfaat bagi kita yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, dan orang-orang yang mendalami dunia pendidikan, agar kita angkat kembali citra guru di mata masyarakat. Berkaryalah terus sahabat-sahabatku ”Guru ”, berikan yang terbaik untuk anak bangsa.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arikunto, Suharsimi. 1990. Organisasi Administrasi. Jakarta: CV Rajawali.

Burhanudin, Yusak. 1998. Administrasi Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Hamalik Oemar.2006. Manejemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja

Hamalik Oemar , 2007. dasar-dasar pengembangan kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya.Bandung

Depdiknas. (2007). Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007, Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Jakarta: Depdiknas.

Danin, Sudarwan. (2002). Inovasi Pendidikan Dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung:Pustaka Setia.

Danin Sudarwan. 2002 . Inovasi Pendidikan Dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan, Banung: CV. Pustaka Setia

Mulyasa, E. (2005). Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK.Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. 2007. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Rusman.(2008). Manajemen Kurikulum. Bandung: Program Studi Pengembangan Kurikulum Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Sanusi, A.(dkk),(1991) Studi Pengembangan Model Pendidikan Profesional Tenaga Kependidikan. Laporan Penelitian. Bandung: IKIP Bandung.

Sergiovani, J.T.(et.al), (1987). Educational Governance and Administration. New York:Pretince-Hall Inc.

Sukmadinata, Nana, Syaodih. 2007. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

Wahjosumidjo.(1995). Kepemimpinan Kepala Sekolah. Tinjuan Teoretik dan Permasalahannya. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Yamin Martinis. 2006. Profesionalisme Guru dan Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, Cipayung Ciputat: Gaung Persada Press.

 

sumber : https://www.academia.edu/

Facebook Comments

tags: ,

Related For MANAJEMEN KURIKULUM