KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN

Kamis, Oktober 26th 2017. | Artikel, Desain Pembelajaran

 

 

 

Batasan / Definisi Konstruktivisme :

  • merupakan salah satu aliran filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita merupakan konstruksi (bentukan) kita sendiri, bukan imitasi dari kenyataan, bukan gambaran dunia kenyataan yang ada.
  • pengetahuan selalu merupakan akibat dari konstruksi kognitif dari kenyataan yang terjadi melalui serangkaian aktivitas seseorang (mahasiswa). Mahasiswa membentuk skema, kategori, konsep dan struktur pengetahuan yang diperlukan untuk pengetahuan.
  • Pengetahuan bukanlah tentang hal-hal yang terlepas dari pengamat, tetapi merupakan ciptaan manusia yang dikonstruksikan dari pengalaman atau dunia yang dialaminya
  • Proses pembentukan ini berjalan terus menerus, dan setiap kali terjadi reorganisasi atau rekonstruksi karena adanya pengalaman baru.

 

Pancaindera dan Konstruktivisme

 

  • Seseorang berinteraksi dengan objek dan lingkungannya melalui panca indranya, lalu menkonstruksi gambaran dunia pengalamannya itu.. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan begita saja dari otak seseorang (dosen) ke kepala orang lain (mahasiswa). Mahasiswa sendirilah yang harus mengartikan apa yang dipelajarinya itu, dan menyesuaikannya dengan pengalaman atau hasil konstruksi yang telah mereka miliki/bangun sebelumnya. Pengetahuan ada dalam diri seseorang yang sedang mengetahui. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari otak seseorang ( dosen) ke kepala orang lain (mahasiswa). Mahasiswa sendirilah yang harus mengartikan apa yang telah diajarkan itu dengan cara menyesuaikannya terhadap pengalaman-pengalaman atau konstruksi yang telah dibangunnya.sendiri dalam otaknya.

 

Pengalaman dan Konstruktivisme

 

  • Pengetahuan merujuk pada pengalaman seseorang akan dunia, tetapi bukan dunia itu sendiri.
  • Tanpa pengalaman, seseorang tidak dapat membentuk pengetahuan. Pengalaman bukan saja pengalaman fisik, tetapi juga pengealaman kognitif dan mental.
  • Pengetahuan dibentuk oleh struktur penerimaan konsep seseorang ketika ia berinteraksi dengan lingkungannya. Jadi bagi orang itu, lingkungan ialah semua objek dan proposisinya yang telah diabstraksikan ke dalam pengalaman orang itu. Abstraksi seseorang terhadap suatu hal akan membentuk struktur konsep, dan membentuk pengetahuan bagi orang tersebut.

 

Contoh: abstraksi seseorang akan ciri-ciri kucing dibanding dengan harimau akan menjadi pengetahuan orang itu tentang kucing dan harimau, yang selanjutnya dapat digunakan dalam membedakan kucing dan harimau, dan menganalisis hewan-hewan lain yang dijumpainya.

Contoh lain: Losari di waktu senja.

 

 

Proses Konstruktivisame

 

Menurut konstruktivisme, pengetahuan bukan hal yang statis dan deterministik, tetapi suatu proses menjadi tahu. Misalnya, pengetahuan mengenai kucing, tidak sekali jadi, tetapi merupakan suatu proses. Pada pertama kali melihat kucing kita memperoleh pengetahuan dengan melihat dan menjamah. Pada kesempatan lain, kita bertemu dengan kucing lain. Interaksi dengan macam-macam kucing akan menjadikan pengetahuan kita tentang kucing menjadi lebih lengkap dan rinci. Hal ini terjadi secara terus menerus.

 

Konstruksi dan Pengetahuan

 

Semua pengetahuan yang diperoleh adalah hasil rekonstruksi kita sendiri; kecil kemungkinan adanya transfer pengetahuan dari seseorang kepasa orang lain. Pengetahuan bukan merupakan barang yang dapat ditransfer dari orang yang mempunyai pengetahuan kepada orang yang belum mempunyai pengetahuan. Bila seorang dosen bermaksud mentransfer suatu konsep, ide, dan pengertian kepada mahasiswa, maka pemindahan itu harus diinterpretasikan, ditransformasikan dan dikonstruksikan oleh mahasiswa itu sendiri lewat pengalamannya. Banyaknya mahasiswa yang salah menangkap (misconception) apa yang diajarkandosen itu menunjukkan bahwa pengetahuan tidak dapat begitu saja dipindahkan, melainkan harus dikonstruksikan, atau diinterpretasikan, dan ditransformasikan sendiri oleh mahasiswa.

Agar mahasiswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan, diperlukan :

  • Kemampuan mengingat dan mengungkapkan kembali pengalaman
  • Kemampuan membandingkan, dan mengambil keputusan (justifikasi) mengenai persamaan atau perbedaan sesuatu hal.
  • Lebih menyukai pengalaman yang satu daripada yang lain (selective conscience).

 

Aspek Berpikir

 

Ada 2 aspek berpikir dalam proses pembentukanpengetahuan menurut Piaget.:

  1. Aspek berpikir figuratif, merupakan imajinasi keadaan sesaat dan statis, yang mencakup persepsi, imajinasi, dan gambaran mental seseorang terhadap suatu objek atau fenomena.
  2. Aspek berpikir operatif, lebih berkaitan dengan transformasi dari tahap yang satu ke tahap yang lain, yang menyangkut operasi intelektual atau sistem transformasi. Setiap tahap keadaan dapat dimengerti sebagai akibat dari transformasit tertentu, atau sebagai titik tolak bagi transformasi lain.

 

Gagasan Konstruktivisme mengenai pengetahuan adalah sebagai berikut :

 

  1. Pengetahuan bukanlah merupakan gambaran dunia kenyataan belaka, tetapi selalu merupakan konstruksi kenyataan melalui kegiatan mahasiswa ( Mind as inner individual representation)
  2. Mahasiswa mengkonstruksi sendiri skema kognitif, kategori, konsep, dan struktur dalam membangun pengetahuan, sehingga setiap individu akan memiliki, skema kognitif, kategori, kosep, dan struktur yang berbeda. Dalam hal ini proses abstraksi dan refleksi seseorang akan sangat berpengaruh dalam konstruksi pengetahuan (Reflection / Abstraction as primary)
  3. Pengetahuan dibentuk dalam struktur konsep masing-masing individu mahasiswa. Struktur konsep dapat membentuk pengetahuan, apabila konsep yang baru diterima itu dapat dikaitkan atau dihubungkan (proposisi) dengan pengalaman yang telah dimiliki mahasiswa. Dengan demikian maka penegtahuan adalah apa yang ada dalam pikiran setiap mahasiswa (Knowledge as residing in the mind).
  4. Dalam proses pembentukan pengetahuan, kebermaknaannya itu merupakan interpretasi individual mahasiswa terhadap pengalaman yang telah dialaminya (Meaning as intenally constructed). Perampatan (abstraksi) makna merupakan proses negosiasi di dalam individu mahasiswa dengan pengalamannya melalui interaksi dalam proses belajar mengajar (menjadi tahu) (Learning and teaching as negotiated construction of meaning).

 

Konstruktivisme dan Kenyataan

 

Konstruktivisme menyatakan bahwa seseorang tidak pernah dapat mengerti kenyataan yang sesungguhnya. Yang dimengerti adalah struktur konstruksi seseorang akan suatu objek. Konstruktivisme tidak bertujuan untuk mengerti kenyataan, tetapi lebih menggambarkan proses kita menjadi tahu akan sesuatu.

Bagi kaum konstruktivis, kebenaran terletak pad viabilitas (viability), yaitu kemmapuan operasi suatu konsep atau pengethuan dalam praktek.

Beberapa hal yang dapat membatasi proses konstruksi pengetahuan manusia :

 

(Pengaruh terhadap konstruksi pengetahuan)

 

  • Hasil konstruksi yang telah dimiliki seseorang (constructed knowledge).
  • Domain pengalaman seseorang (domain of experience)
  • Jaringan struktur kognitif seseorang (existing cognitive structure)

 

Asal-Usul Konstruktivisme (Sejarah)

 

 

 

  Hubungan antara Konstruktivisme,

  Aliran Filsafat lain dan Teori Belajar

 

 

Konstruktivisme dan Empirisme

 

Pertanyaan paling besar dalam konstruktivisme : Struktur pengetahuan itu terletak dalam realitas mana ?  Apakah yang disebut kebenaran pengetahuan ?

 

Kenyataan terdiri atas dua dimensi : dimensi eksternal yang bersifat objetif, dan dimensi internal yang bersifat subjektif. Kaum rasionalis : pengetahuan merujuk pada obyek-obyek, dan kebenaran merupakan akibat dari deduksi logis. (Cogito ergo sum = Saya berpikir maka saya ada). Kaum empiris : pengetahuan merujuk pada obyek-obyek berdasarkan penalaran induktif dengan bukti-bukti yang diperoleh dari pengalaman. Menurut kaum empiris, semua kenyataan itu diketahui dan dipahami melalui indra, dan kriteria kebenarannya adalah kesesuaiannya dengan  pengalaman. Dalam hal ini kaum rasionalis lebih menekankan pada : rasio, logika, dan pengetahua

Sumber : google

Facebook Comments

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Related For KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN