PEMAHAMAN MANAJEMEN PENDIDIKAN

Rabu, Januari 3rd 2018. | Artikel, Manajemen Pendidikan

Sumber Gambar : http://rocketmanajemen.com

 

PEMAHAMAN MANAJEMEN PENDIDIKAN

Oleh : 

Achyar Munawar (150203151)

Ahmad Zaman Huri (150203152)

Dosen Pembimbing : Emawati, MA.

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Manajemen pendidikan adalah keseluruhan (proses) yang membuat sumber-sumber personil dan materiil sesuai yang tersedia dan efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan bersama. Ia mengerjakan fungsi-fungsinya dengan jalan mempengaruhi perbuatan orang-orang. Proses ini meliputi perencanaan, organisasi, koordinasi, pengawasan, penyelenggaraan dan pelayanan dari segala sessuatu mengenai urusan sekolah yang langsung berhubungan dengan pendidikan seklah seperti kurikulum, guru, murid, metode-metode, alat-alat pelajaran, dan bimbingan. Juga soal-soal tentang tanah dan bangunan sekolah, perlengkapan, pembekalan, dan pembiayaan yang diperlukan penyelenggaraan pendidikan termasuk didalamnya.

 

  1. Rumusan Masalah
  2. Pengertian manajemen, pendidikan, dan manajemen pendidikan
  3. Pengertian pemimpin, kepemimpinan, dan perbedaan dengan manajer
  4. Peranan pemimpin dalam sebuah manajemen pendidikan

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian Manajemen, Pendidikan dan Manajemen Pendidikan
  2. Manajemen

Kata manajemen bersal dari bahasa latin , yaitu dari asal kata mantis yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja managere yang artinya menangani. Managere diterjemahkan ke dalam bahasa inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya management diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan.[1]

Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Apabila ditinjau dari definisi-definisi yang lain, pengertian manajemen tersebut masih dapat diartikan untuk semua jenis kegiatan, yang dapat diambil suatu kesimpulan definisi yaitu :

“Manajemen adalah rangkaian segala kegiatan yang menunjuk kepada usaha kerjasama antara dua orang atau lebih untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan”.

Definisi lain dari manajemen yang lebih lengkap sebagaimana dikemukakan oleh Mulyani A. Nurhadi adalah sebagai berikut:

“Manajemen adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien”.

 

Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa di dalam pengertian

manajemen selalu menyangkut adanya tiga hal yang merupakan unsur penting, yaitu:

  1. Usaha kerjasama,
  2. Dikerjakan oleh dua orang atau lebih, dan
  3. Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

Dalam pengertian tersebut sudah menunjukkan adanya gerak, yaitu usaha kerjasama, personil yang melakukan, yaitu dua orang atau lebih, dan untuk apa kegiatan dilakukan, yaitu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tiga unsur tersebut, yaitu gerak, orang, dan arah dari kegiatan, menunjukkan bahwa manajemen terjadi dalam sebuah organisasi, bukan pada kerja tunggal yang dilakukan oleh seorang individu.

 

  1. Pendidikan

Pengertian pendidikan menjadi hal yang sebaiknya kita juga perlu ketahui untuk menambah wawasan kita terhadal hal yang selalu berkaitan dengan kehidupan kita sehari – hari, karena kita selalu melewati proses pendidikan maka oleh sebab itulah kita sebagai pelaku harus paham juga apa pengertian pendidikan itu sendiri.

Berkaitan dengan Pengertian Pendidikan para Ahli telah menyampaikan pendapat mereka masing-masing tentang apa itu penertian pendidikan, namun sebelum kependapat para Ahli kita akan bahas tentang kata Pendidikan itu sendiri :

Kata Pendidikan berasal dari Bahasa yunani kuno yaitu dari kata pedagogi kata dasarnya paid yang berartikan anak dan juga kata ogogos artinya membimbing. Dari beberapa kata tersebut maka kita simpulkan kata pedagos dalam bahasa yunani adalah Ilmu yang mempelajari tentang seni mendidik anak.[2]

Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan yang sesuai prosedur pendidikan itu sendiri.

Pengertian pendidikan berdasarkan apa yang di sampaikan oleh bapak pendidikan Nasional Indonesia Ki Hajar Dewantara, beliau telah menjelaskan tentang pengertian pendidikan sebagai berikut:

“Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya”.

 

  1. Manajemen Pendidikan

Pengertian Manajemen pendidikan secara umum adalah manajemen yang perlu dilakukan perencanaan terlebih dahulu. Manajemen juga merupakan organisir agar dapat sampai pada suatu tujuan. Termasuk mengarah pada perlunya pengawasan yang terarah agar manajemen pendidikan tidak keluar dari tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dari manajemen pendidikan ini ada dua bagian. Pertama tujuan yang diarahkan untuk tenaga pendidikan, ini dapat memberikan bekal pendidikan dengan manajemen yang baik, sehingga peserta didik menjadi paham dengan pendidikan yang diajarkan. Kedua ialah tujuan yang diarahkan untuk peserta didik, yaitu agar dapat mematuhi manajemen pendidikan yang telah dibuat. Kemudian dengan tertib mengikuti proses pendidikan sesuai dengan kurikulum yang ada. Pengertian dan tujuan dari manajemen pendidikan juga perlu dipahami melalui konsep manajemen. Sehingga dapat berjalan secara terarah.

Manajemen Pendidikan dalam kamus bahasa Belanda-Indonesia disebutkan bahwa istilah manajemen berasal dari “administratie” yang berarti tata-usaha. Dalam pengertian manajemen tersebut, administrasi menunjuk pada pekerjaan tulis-menulis di kantor. Pengertian inilah yang menyebabkan timbulnya contoh-contoh keluhan kelambatan manajemen yang sudah disinggung, karena manajemen dibatasi lingkupnya sebagai pekerjaan tulis-menulis.

Manajemen Pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.[3]

Manajemen pendidikan adalah suatu proses dari perencanaan, penorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan penilaian usaha-usaha pendidikan supaya dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah di tetapkan sebelumnya.

 

Atau definisi manajemen pendidikan yang lainnya yaitu merupakan suatu bentuk kerjasama antar pihak-pihak pendidikan demi pencapai target pendidikan yang telah di tetapkan sebelumnya.

Yang menjadi tujuan umum dalam manajemen pendidikan adalah melaksanakan pembentukan kepribadian pelajar yang berdasarkan dengan tujuan dari pendidikan nasional dan tingkat perkembangan maupun perbaikan untuk usia pendidikan.

 

  1. Pengertian Pemimpin, Kepemimpinan dan Perbedaannya Dengan Manajer
  2. Pemimpin

Dalam bahasa Indonesia pemimpin sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.

Pemimpin adalah suatu lakon atau peran dalam sistem tertentu, karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki keterampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan keterampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan “pemimpin”.

Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan atau kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan – khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan.[4]

  1. Kepemimpinan

Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu.[5] Sedangkan menurut Robbins kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan.[6] Sedangkan menurut Ngalim Purwanto kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.[7]

 

Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain:

  • Kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi,
  • Di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan
  • Adanya tujuan bersama yang harus dicapai.

 

  1. Pengertian Manager

Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama

  • Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).
  • Manajemen tingkat menengah (middle management) mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
  • Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan.

 

  1. Perbedaan Pemimpin Dengan Manager

Adapun perbedaan Pemimpin dengan Manajer yang sudah kami rangkup dalam sebuah tabel dibawah ini yaitu:[8]

 

  1. Peranan Pemimpin Dalam Sebuah Manajemen Pendidikan

Adapun peranan seorang pemimpin yang baik dapat disimpulkan menjadi 13 macam, yaitu :

  1. Sebagai pelaksana (executive)

Seorang pemimpin tidak boleh hanya memaksakan kehendak sendiri terhadap kelompoknya. Ia harus berusaha menjalankan/memenuhi kehendak dan kebutuhan kelompoknya, juga program atau rencana yang telah ditetapkan bersama.

 

  1. Sebagai perencana (planner)

Seorang pemimpin yang baik harus pandai membuat dan menyusun perencanaan, sehingga segala sesuatu yang diperbuatnya bukan secara ngawur saja, tetapi segala tindakannya diperhitungkan dan bertujuan.

 

  1. Sebagai seorang ahli (expert)

Ia haruslah mempunyai keahlian, terutama keahlian yang berhubungan dengan tugas jabatan kepemimpinan yang dipegangnya.

 

  1. Mewakili kelompok dalam tindakannya ke luar (external group representatif)

Ia harus menyadari bahwa baik buruknya tindakan diluar kelompoknya mencerminkan baik dan buruk kelompok yang dipimpinnya.

 

  1. Mengawasi hubungan anggota kelompok (controller of internal relationship)

Seorang pemimpin harus bisa menjaga jangan sampai terjadi perselisihan, dan berusaha membangun hubungan yang harmonis dan menimbulkan semangat bekerja kelompok.

 

  1. Bertindak sebagai pemberi ganjaran/pujian dan hukuman (purveyor of reward and punishment)

Ia harus dapat membesarkan hati anggota-anggotanya yang giat bekerja dan banyak sumbangannya terhadap kelompoknya, dan berani pula menghukum anggotanya yang berbuat merugikan kelompok.

 

 

  1. Bertindak sebagai wasit dan penengah (arbitrator and mediator)

Dalam menyelesaikan perselisihan atau menerima pengaduan-pengaduan diantara anggota-anggotanya, ia harus tegas, tidak pilih kasih ataupun mementingkan salah satu golongan.

 

  1. Merupakan bagian dari kelompok (exemplar)

Pemimpin bukanlah seorang yang bediri di luar atau di atas kelompoknya. Ia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kelompoknya. Dengan demikian, segala tindakan dan usahanya hendaklah dilakukan demi tujuan kelompoknya.

 

  1. Merupakan lambang kelompok (symbol of the group)

Sebagai lambang kelompok, ia hendaknya menyadari bahwa baik buruknya kelompok yang dipimpinnya tercermin pada dirinya.

 

  1. Pemegang tanggung jawab para anggota kelompoknya (surrogate for individual responsibility)

Ia harus bertanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatan anggotanya yang dilakukan atas nama kelompok.

 

  1. Sebagai pencipta / memiliki cita-cita (ideologis)

Seorang pemimpin hendaknya mempunyai suatu konsepsi yang baik dan realistis sehingga dalam menjalankan kepemimpinannya mempunyai garis yang tegas menuju arah yang telah dicita-citakan.

 

  1. Bertindak sebagai seorang ayah (father figure)

Tindakan pemimpin terhadap anak buah/kelompoknya hendaklah mencerminkan tindakan seorang ayah terhadap anak-anak/anggota keluarga.

 

  1. Sebagai kambing hitam (scape goat)

Seorang pemimpin haruslah menyadari bahwa dirinya merupakan tempat pelemparan kesalahan atau keburukan yang terjadi di dalam kelompoknya. Oleh karena itu dia harus pula mau dan berani turut bertanggung jawab tentang kesalahan orang lain atau anggota kelompoknya.

 

BAB III

PENUTUP

 

  • Kesimpulan

Manajemen pendidikan adalah keseluruhan (proses) yang membuat sumber-sumber personil dan materiil sesuai yang tersedia dan efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan bersama. Manajemen dalam pendidikan diperlukan untuk mengantisipasi perubahan global disertai oleh kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi informasi. Perubahan itu sendiri sangat cepat dan pesat, sehingga perlu ada perbaikan yang berkelanjutan (continous improvement) di bidang pendidikan sehingga output pendidikan dapat bersaing dalam era globalisasi seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi. Persaingan tersebut hanya mungkin dimenangkan oleh lembaga pendidikan yang tetap memperhatikan kualitas/mutu pendidikan dalam pengelolaannya.

Oleh karena itu demi tercapainya tujuan pendidikan yang berkualitas, diperlukan manajemen pendidikan yang dapat menggerakkan segala sumber daya pendidikan. Manajemen pendidikan itu terkait dengan manajemen peserta didik yang isinya merupakan pengelolaan dan juga pelaksanaannya.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Brantas. 2009. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: Alfabeta.

Hasibuan, Malayu Sp. 1993. Manajemen: Dasar, Pengertian dan Masalah. Jakarta: Hajimas Agung

Idris, Zahara. 1982. Dasar-Dasar Kependidikan. Bandung: Angkasa.

Kartono, kartini. 1998. Pemimpin dan Kepemimpinan .Jakarta: PT. Grafindo Persada.

Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers

Purwanto, M. Ngalim. 1991. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Robbins, Stephen P. 2002. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta: Erlangga.Thoha

 

 

[1] Dasar-Dasar Manajemen hal 5

[2] Zahara Idris, Dasar-Dasar Kependidikan

[3] Mulyani A. Nurhadi, Manajemen Pendidikan hal 5

[4] Kartini Kartono, Pemimpin dan Kepemimpinan hal 181

[5] Erlangga.Thoha, Kepemimpinan dalam Manajemen hal 123

[6] Robbins, Stephen P, Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi hal 163

[7] Purwanto, M. Ngalim. Administrasi dan Supervisi Pendidikan hal 26

[8] Hasibuan Malayu, Manajemen: Dasar, Pengertian dan Masalah

 

sumber : https://www.academia.edu/

Facebook Comments

tags: ,

Related For PEMAHAMAN MANAJEMEN PENDIDIKAN