PENDEKATAN UNTUK MEMPELAJARI KEPEMIMPINAN

Sabtu, Januari 20th 2018. | Artikel, Perencanaan Pendidikan

•Fred E. Fiedler dan Martin M. Chamars, dalam kata pengantar bukunya yang berjudul Leadership in Effectives Management mengemukakan bahwa persoalan utama kepemimpinan secara besar dapat dibagi tiga pertanyaan pokok, yaitu :
(a) bagaimana seorang dapat menjadi seorang pemimpin (how one become a leader);
(b) bagaimana para pemimpin itu berperilaku (how leader behave effective);
(c) apa yang membuat pemimpin itu berhasil (what makes the leader effective).

•Untuk menjawab atau memberi pemecahan terhadap tiga pertanyaan diatas studi kepemimpinan dibagi ke dalam empat pendekatan :
1. Pendekatan Sifat/Ciri
2. Pendekatan Kekuasaan/Pengaruh
3. Pendekatan Perilaku
4. Pendekatan Situasional

 

1. Pendekatan Sifat (The Treat Approach)

•Pendekatan ini menekankan pada atribut/sifat yang ada pada pemimpin atau kualitas pemimpin.
•Atribut/sifat tersebut misalnya:
‰ – Ambisi dan semangat
‰ – Intuisi yang tajam
‰ – Kejujuran dan integritas
‰ – Kepercayaan diri
‰ – Kecerdasan dan pengetahuan yang relevan dengan pekerjaan
‰ – Luwes dalam menyesuaikan perilaku mereka ke dalam situasi yang berlainan

 

•Menurut pendekatan sifat, seseorang menjadi pimpinan karena sifat-sifatnya dibawa sejak lahir, bukan karena dibuat atau dilatih.
•Thierevt dalam Purwanto (1997 : 37) mengatakan: “the heredity appoach status that leaders are born and note made that leaders do not acquire the ability to lead, but in here it” yang artinya pimpinan adalah dilahirkan bukan dibuat, bahwa pimpinan tidak dapat memperoleh kemampuan untuk memimpin, tetapi mewarisinya.

•Menurut pendekatan sifat, seseorang menjadi pimpinan karena sifat-sifatnya dibawa sejak lahir, bukan karena dibuat atau dilatih.
•Thierevt dalam Purwanto (1997 : 37) mengatakan: “the heredity appoach status that leaders are born and note made that leaders do not acquire the ability to lead, but in here it” yang artinya pimpinan adalah dilahirkan bukan dibuat, bahwa pimpinan tidak dapat memperoleh kemampuan untuk memimpin, tetapi mewarisinya.

•Stogdell dalam Sutisna (1985 : 67) mengemukakan bahwa seseorang tidak menjadi pemimpin dikarenakan memulai suatu kombinasi sifat-sifat kepribadian, tapi pola sifat-sifat pribadi pemimpin itu mesti menunjukkan hubungan terkata dengan sifat, kegiatan, dan tujuan daripada pengikutnya.
•Berdasarkan pendekatan sifat, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dipengaruhi oleh sifat-sifat pribadi melainkan ditentukan oleh kecakapan/keterampilan (skill) pribadi pemimpin. Hal ini sejalan dengan pendapat Yukl (1981 : 16) yang menyatakan bahwa sifat-sifat pribadi dan keterampilan seorang pemimpin berperan dalam keberhasilan seorang pemimpin.

•Keith Davis merumuskan 4 sifat umum yang dapat mempengaruhi keberhasilan kepemimpinan organisasi, yaitu :
1. Kecerdasan
2. Kedewasaan dan keleluasaan hubungan sosial
3. Motivasi diri dan dukungan berprestasi
4. Sikap-sikap hubungan kemanusiaan .

 

2. Pendekatan Perilaku (The Behavior Approach)

•Adalah pendekatan yang mengemukakan bahwa perilaku khusus yang membedakan pemimpin dengan bukan pemimpin.
•Teori ciri akan menjadi dasar dari memilih orang yang tepat, sedangkan teori perilaku dapat melatih orang yang tepat

•Pendekatan perilaku menekankan pentingnya perilaku yang dapat diamati atau dilakukan oleh para pemimpin dari sifat pribadi atau sumber kewibawaan yang dimilikinya.
•Oleh sebab itu, pendekatan perilaku itu mempergunakan acuan seperti pribadi dan kewibawaan. Sifat-sifat pribadi seperti
a) kemampuan menyesuaikan diri terhadap situasi;
b) selalu siap terhadap lingkungan sosial;
c) berorientasi kepada cita-cita keberhasilan;
d) tegas;
e) kerjasama ; dan
f) percaya diri.

 

Teori perilaku – OHIO
Penelitian Universitas Negeri Ohio :
•‰Struktur Pemrakarsa : tingkat dimana pemimpin kemungkinan mendefinisikan dan menstruktur perannya dan peran para anak buahnya dalam mengupayakan pencapaian sasaran
•‰Pertimbangan : Tingkat dimana pemimpin kemungkinan memiliki hubungan pekerjaan yang dicirikan dengan rasa saling percaya, penghormatan terhadap gagasan bawahan dan menghargai perasaan mereka.

 

Teori Perilaku – Michigan
Penelitian Universitas Michigan
•‰Pemimpin Berorientasi Karyawan :
Menekankan pada hubungan antar manusia; memberikan perhatian pribadi terhadap kebutuhan karyawan dan menerima perbedaan individual di antara para anggota.
•‰Pemimpin Berorientasi Produksi :
Pemimpin yang menekankan pada aspek-aspek teknis atau tugas atas pekerjaan tertentu.

Kisi –kisi manajerial & Skandinavia
•Matriks 9 x 9 yang menjabarkan 81 gaya kepemimpinan yang berbeda, didasarkan pada kepedulian terhadap orang dan kepedulian terhadap produksi.
•„Penelitian Skandinavia berpendapat bahwa dunia yang berubah membutuhkan dimensi baru yaitu :
Pemimpin yang Berorientasi Pengembangan yaitu pemimpin yang menghargai eksperimentasi, mencari ide ide baru, serta menciptakan dan mengimplementasikan perubahan.

 

MANAGERIAL GRID (Blake and Mouton, 1969)

 

Rangkuman pendekatan perilaku
•Teori ini berhasil mengidentifikasikan hubungan yang konsisten antara pola perilaku kepemimpinan dan kinerja kelompok, tetapi tidak mampu menjelaskan faktor-faktor situasi yang memperngaruhi keberhasilan atau kegagalan kepemimpinan

 

3. Pendekatan Pengaruh Kewibawaan (Power Influence Approach)
•Menurut pendekatan ini keberhasilan pemimpin dipandang dari segi sumber dan terjadinya sejumlah kewibawaan yang ada pada pemimpin, dan dengan cara yang bagaimana para pemimpin menggunakan kewibawaan tersebut.
•Pendekatan ini menekankan pada proses sifat timbal balik, proses saling mempengaruhi dan pentingnya pertukaran hubungan kerjasama antara para pemimpin dengan bawahan.

•Hasil penelitian French dan Reven dalam Wahjosumidjo (2010: 20) menunjukkan ada pengelompokan sumber darimana pengaruh kewibawaan tersebut berasal, yaitu :
1. Reward power: bawahan mengerjakan suatu agar memperoleh penghargaan yang dimiliki oleh pimpinan.
2. Coersive Power: bawahan mengerjakan sesuatu agar dapat terhindar dari hukuman yang dimiliki oleh pimpinan

3. Legitimate Power: bawahan melakukan sesuatu karena pimpinan memiliki kekuasaan untuk memerintah bawahan dan bawahan mempunyai kewajiban untuk menurut atau mematuhi.

4. Expert Power: bawahan mengerjakan sesuatu karena bawahan percaya bahwa pimpinan memiliki pengetahuan khusus dan keahlian serta mengetahui apa yang diperlukan.

5. Referent Power: bawahan melakukan sesuatu karena bawahan merasa kagum terhadap pimpinan atau membutuhkan untuk menerima restu pimpinan dan mau berperilaku pula seperti pimpinan.

 

Teori Kekuasaan
Ada dua teori yang menjelaskan bagaimana kekuasaan diperoleh di pertahankan atau hilang dalam organisasi, yaitu:
•Social Exchange Theory
menjelaskan bagaimana kekuasaan diperoleh dan hilang selagi proses mempengaruhi yang timbal balik terjadi selama beberapa waktu antara pemimpin dan pengikut.
•Strategic Contingencies Theory.
menjelaskan bahwa kekuasaan dari suatu sub unit organisasi tergantung pada faktor keahlian dalam menguasai masalah penting, sentralisasi unit kerja dalam arus kerja dan tingkat keahlian dari sub unit tersebut.

 

4. Pendekatan Kontingensi/Situasi (Continngence Approach)
Teori Situasional/Kontijensi [ROBS & GIBS]
A. Model Fiedler
Mengemukakan bahwa kinerja kelompok yang efektif bergantung pada penyesuaian yang tepat antara gaya pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahan dan pada tingkat mana situasi memberikan kendali dan pengaruh kepada pemimpin tersebut

Untuk itu Fidler melakukan penilaian untuk :
1.Mengidentifikasi Gaya Kepemimpinan melalui kuesioner Least Preferred Co –Worker (LPC) yaitu suatu instrumen untuk mengukur apakah seseorang berorientasi:
– Tugas (LPC positif Æ semakin berpikir positif terhadap rekan kerja)
– Hubungan (LPC negatif Æ semakin berpikir negatif terhadap rekan kerja)

2. Mendefisikan Situasi dinilai berdasarkan :
• Hubungan pemimpin anggota : Tingkat keyakinan, kepercayaan dan hormat bawahan terhadap pemimpin mereka
• Struktur Tugas : Tingkat prosedur penugasan pekerjaan (struktur atau tidak terstruktur)
• Kekuasaan Jabatan : pengaruh yang muncul dari jabatan struktural formal.
Setelah dihitung LPC dan didefisinikan situasi akhirnya disesuaikan keduanya.

 

B. Teori Situasional Hershey dan Blanchard(SLT)
Adalah teori kontingensi yang memusatkan perhatian pada Pengikut, mengatakan :
1. Jika pengikut tidak mampu dan tidak ingin melakukan tugas pemimpin perlu memberikan alasan yg khusus dan jelas

2. Jika pengikut tidak mampu dan ingin pemimpin perlu memaparkan orientasi tugas tugas yg tinggi
3. Jika pengikut mampu & tidak ingin, pemimpin perlu mendukung dan partisipatif

4. Jika pengikut mampu & ingin, pemimpin tidak perlu berbuat banyak

 

C. Leader Member Exchange (LMX) Theory
•Para pemimpin menciptakan kelompok dalam dan kelompok – luar.
•Bawahan dengan status kelompok – dalam akan berkinerja, memiliki tingkat pengunduran diri lebih rendah, dan tingkat kepuasan kerja lebih tinggi.

D. Path – Goal Theory
Teori yang menyatakan bahwa tugas pemimpin adalah mendampingi pengikut dalam meraih sasaran mereka dan memberikan pengarahan dan atau dukungan yang perlu untuk menjamin sasaran mereka selaras dengan keseluruhan sasaran kelompok/organisasi

E. Model Normatif Vroom – Yetton
1. Teori yang memberikan serangkaian aturan untuk menentukan bentuk dan banyaknya pengambilan keputusan partisipatif dalam situasi yang berbeda-beda [ROBS]
2. Model yang menjelaskan bagaimana seorang pemimpin harus memimpin dalam berbagai situasi. Model ini menunjukkan bahwa tidak ada corak kepemimpinan tunggal yang dapat diterapkan pada semua situasi [GIBS]

Sumber : www.google.com

Facebook Comments

tags: , , , , , , , , , , ,

Related For PENDEKATAN UNTUK MEMPELAJARI KEPEMIMPINAN