PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER – “Senang Belajar di Rumah Kedua”

Sabtu, Oktober 21st 2017. | Artikel, Pendidikan Karakter

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK)

Definisi
Program pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)

Urgensi 

  1. Pembangunan SDM merupakan pondasi pembangunan bangsa.
  2. Keterampilan abad 21 yang dibutuhkan siswa: Kualitas Karakter, Literasi Dasar, dan Kompetensi 4C, guna mewujudkan keunggulan bersaing Generasi Emas 2045.
  3. Kecenderungan kondisi degradasi moralitas, etika, dan budi pekerti.

LATAR BELAKANG

a. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 3
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

b. Agenda Nawacita No. 8
Penguatan revolusi karakter bangsa melalui budi pekerti dan pembangunan karakter peserta didik sebagai bagian
dari revolusi mental.

c. Trisakti
Mewujudkan Generasi yang Berkepribadian dalam Kebudayaan.

d. RPJMN 2015-2019
“Penguatan pendidikan karakter pada anak-anak usia sekolah pada semua jenjang pendidikan untuk memperkuat nilai-nilai moral, akhlak, dan kepribadian peserta didik dengan memperkuat pendidikan karakter yang terintegrasi ke dalam mata pelajaran”

e. Mempersiapkan Generasi Emas 2045
yang bertaqwa, nasionalis, tangguh, mandiri, dan memiliki keunggulan bersaing secara global.

f. Arahan Khusus Presiden kepada Mendikbud untuk memperkuat pendidikan karakter.

 

TANTANGAN DAN URGENSI

a. Harmonisasi pengembangan potensi siswa yang belum optimal antara olah hati (etik), olah pikir (literasi), olah rasa (estetik), dan olah raga (kinestetik)
b. Besarnya populasi siswa, guru, dan sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia
c. Belum optimalnya sinergi tanggungjawab terhadap pendidikan karakter anak antara sekolah, orang tua dan masyarakat
d. Tantangan globalisasi
Pengaruh negatif teknologi informasi dan komunikasi terhadap gaya hidup remaja, serta pudarnya nilai-nilai religiusitas dan kearifan lokal bangsa
e. Terbatasnya pendampingan orang tua
mengakibatkan krisis identitas dan disorientasi tujuan hidup anak
f. Keterbatasan sarana belajar dan infrastruktur
Prasana dan sarana sekolah, sarana transportasi, jarak antara rumah siswa ke sekolah (jalur sungai, hutan), sehingga PPK diimplementasikan bertahap.

PRINSIP PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI PPK

PRINSIP PENGEMBANGAN

Prinsip 1– Nilai-Nilai Moral Universal
Prinsip 2 – Pendekatan Sinkronisasi
Prinsip 3 – Pendekatan Integral
Prinsip 4 – Terukur dan Objektif
Prinsip 5 – Pelibatan Publik
Prinsip 6 – Kearifan lokal
Prinsip 7 – Keterampilan Abad 21
Prinsip 8 – Revolusi Mental
Prinsip 9 – Adil dan inklusif
Prinsip 10 – Evaluasi Program

 

PRINSIP IMPLEMENTASI

 Harmoni dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental
 Komunikasi dan diaolog dengan seluruh pemangku kepentingan
 Selaras tahapan usia peserta didik
 Kebutuhan dan konteks lokal
 Fokus pada semangat belajar

PRINSIP EVALUASI
 Pertama, implementasi prinsipprinsip PPK dalam program sekolah
 Kedua, yang dievaluasi adalah program sesuai dengan indikatorindikator objektif dan perubahan perilaku pelaku
 Ketiga, penilaian individual peserta didik mengikuti norma Kurikulum 2013

 

MANFAAT DAN IMPLIKASI PROGRAM PPK

MANFAAT

  1. Penguatan karakter siswa dalam mempersiapkan daya saing siswa dengan kompetensi abad 21, yaitu: berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi
  2. Pembelajaran dilakukan terintegrasi di sekolah dan di luar sekolah dengan pengawasan guru
  3. Revitalisasi peran Kepala Sekolah sebagai manager dan Guru sebagai inspirator PPK
  4. Revitalisasi Komite Sekolah sebagai badan gotong royong sekolah dan partisipasi masyarakat
  5. Penguatan peran keluarga melalui kebijakan pembelajaran 5 (lima) hari
  6. Kolaborasi antar K/L, Pemda, lembaga masyarakat, penggiat pendidikan dan sumber-sumber belajar lainnya

ASPEK PENGUATAN

  1. Revitalisasi manajemen berbasis sekolah melalui Broad Based Education (BBE)
  2. Sinkronisasi intra kurikuler, ko kurikuler, ekstra kurikuler, dan non kurikuler, serta sekolah terintegrasi dengankegiatan komunitas seni budaya, bahasa dan sastra, olahraga, sains, serta keagamaan
  3. Deregulasi penguatan kapasitas dan kewajiban Kepala Sekolah/Guru
  4. Penyiapan prasarana/sarana belajar (misal: pengadaan buku, konsumsi, peralatan kesenian, alat peraga, dll) melalui pembentukan jejaring kolaborasi pelibatan publik.
  5. Implementasi bertahap dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur dan keberagaman kultural daerah/wilayah
  6. Pengorganisasian dan sistem rentang kendali pelibatanpublik yang transparan dan akuntabel

 

 

Silahkan Downloads materi dalam bentuk PDF klik gambar dibawah ini.

Sumber :
http://alihfungsi.gtk.kemdikbud.go.id/assets/konsep_karakter.pdf

 

Facebook Comments

tags: , , ,

Related For PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER – “Senang Belajar di Rumah Kedua”