Perencanaan dan Manajemen Strategis

Selasa, Januari 30th 2018. | Artikel, Perencanaan Pendidikan

 

Perkembangan yang terjadi dalam segala aspek   kehidupan cenderung menimbulkan permasalahan dan   tantangan-tantangan baru, yang variasi dan intensitasnya   cenderung meningkat. Keadaan itu dapat membawa dampak pada luas dan bervariasinya tugastugas   pengelolaan pendidikan. Praktis pengelolaan pendidikan   dewasa ini sudah tidak memadai lagi untuk menangani   perkembangan yang ada. Apalagi untuk menjangkau   jauh ke depan sesuai dengan tuntutan terhadap peranan   pendidikan yang sesungguhnya, maka kebutuhan akan   aplikasi konsep Strategic Planning & Strategic Management   dalam pengelolaan pendidikan amat diperlukan. Aplikasi   konsep tersebut diharapkan dapat mengurangi adanya   stagnasi bagi akselerasi pembangunan pendidikan.

 

Tiga langkah utama pendekatan strategis dalam konteks   manajemen meliputi :

(1) strategic planning, yang dimaknai   sebagai upaya mewujudkan adanya dokumen formal;

(2)   strategic management, yang dimaknai sebagai upaya untuk   mengelola proses perubahan; dan

(3) strategic thinking,   yang dimaknai sebagai kerangka dasar untuk menilai   kebutuhan, merumuskan tujuan, dan hasil-hasil yang ingin   dicapai secara berkesinambungan

(Rowe dkk. 1990; Manap   1999).

 

Perencanaan strategis merujuk pada adanya keterkaitan   antara internal strengths dan external needs. Dalam hal ini,   strategi mengandung unsur analisis kebutuhan, proyeksi,   peramalan, pertimbangan ekonomis dan finansial, serta   analisis terhadap rencana tindakan yang lebih rinci.   Rowe (1990) menyatakan bahwa suatu strategi harus   ditangani dengan baik sebab “… it is not only knowing the   competitive environment, allocating resources, restructuring   organizations, and implementing plans, but it olso involves   controlling the management process” (Michael Porter 1987;   Rowe dkk. 1990).

 

Kerangka kerja strategic management yang   dikemukakan Rowe (1990) terdiri atas empat komponen   utama, yaitu strategic planning, organizational structure,   strategic control, dan resource requirements seperti   dilukiskan pada Gambar dibawah ini. Lebih lanjut, Rowe menyatakan bahwa strategic management merupakan suatu proses   dalam mengelola perencanaan strategis, kultur organisasi,   strategi kontrol, dan keempat gugus komponen. Dari   keempat gugus komponen yang harus dikelola tersebut,   aktivitas kuncinya terletak pada strategic planning sebab   pada fase ini dilakukan analisis tantangan dan peluang   eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal organisasi   atau lebih populer dengan sebutan analisis SWOT (Strengths,   Weakness, Opportunities, dan Threaths).

 

 

Strategic management berfungsi untuk mengarahkan   operasi internal organisasi berupa alokasi sumber daya   manusia, fisik, dan keuangan untuk mencapai interaksi   optimal dengan lingkungan eksternalnya. Sebagaimana   dikemukakan Rowe bahwa “Strategic management is the   process of managing of four factors to achieve a strategy.   The function of strategic management is to align internal   operation of the organization, including the alocation of   human, physical and financial resources, to achieve optimal   interactions with external environment” (Rowe dkk. 1990:12).

Lima komponen tugas yang saling berkaitan dalam   proses strategic management adalah

(1) developing a   vision and a mission;

(2) setting objectives;

(3) crafting   a strategy;

(4) strategy implementation and execution;

(5) evaluating performance, reviewing the situation,   and initiating corrective adjustment

(Thomson 1993:2–11).

 

 

Berkaitan dengan perencanaan strategis, Rowe dkk. (1990)   mengemukakan bahwa:

“Strategic planning is the key link between strategic   management and the organization’s external   environment. It is the one factor that requires a careful   analisys of the external environment. Having identified   external threaths and opportuities, strategic planner   analyze available resources and organizational strengths   and weaknesses. The next step is to formulate alternative   strategies that take adventage of external opportunities   and internal strengths. Selected alternative are then   made into plans of action having specific resource and   organizational (structure and operational) requirements”   (Rowe 1993:12).

 

Adapun model strategic planning process yang   dikembangkan Rowe dkk. dilukiskan sebagai berikut.

 

 

Dalam bidang pendidikan, situation audit harus   ditindaklanjuti dengan penggunaan teknik analisis SWOT,   meliputi aktivitas evaluasi terhadap kekuatan dan kelemahan   internal sistem pendidikan serta peluang dan ancaman   yang berasal dari luar sistem pendidikan. Situastion audit   didasarkan pada nilai-nilai, dukungan, dan kemampuan   yang ada. Dengan demikian dapat diketahui kekuatan   dan kelemahan serta kebutuhan-kebutuhan yang belum   terpenuhi dalam penyelenggaraan pendidikan. Secara   konseptual, Steiner (1979) mengembangkan salah satu   model perencanaan strategis, sebagaimana digambarkan   pada Diagram berikut ini:

 

 

 

Substansi premis perencanaan terkandung dalam   empat kotak di atas, berisi akumulasi informasi hasil situation   audit atau bagian dari perencanaan berupa (corporate   appraisal, position audit, assessment of current position, and   planning premises). Dalam hal ini perlu dipertimbangkan :

(1)   harapan-harapan masyarakat yang berada di luar sistem;

(2) harapan manajer dan staf organisasi;

(3) basis data yang   berisi informasi tentang keadaan terdahulu, keadaan kini,   dan keadaan yang diinginkan di masa yang akan datang;

(4) melakukan analisis dengan teknik WOTS-UP Analysis

(Steiner 1979:16–19).

 

Tahap selanjutnya adalah memformulasikan master   strategis dan program strategis. Langkah-langkah master   strategis meliputi kegiatan pengembangan basic missions,   purposes, objectives, dan policies. Sementara program   strategis menyangkut pengadaan, penggunaan, dan   pengaturan sumber-sumber untuk kepentingan suatu proyek.   Bidang kajiannya meliputi semua aktivitas organisasi, berupa   profits, capital expenditures, market share, organization,   pricing, production, marketing, finance, public relations,   personnel, technological capabilities, product improvement,   research and development, legal matters, management   selection and training, serta political activities (Steiner   1979:20).

 

Program strategis tersebut selanjutnya dijabarkan ke   dalam program jangka menengah dan program jangka   pendek, kemudian dilanjutkan dengan implementasi dan   evaluasi rencana. Lebih lanjut, Steiner (1979) mengembangkan   model strategic planning yang didasarkan pada gap   analysis, sebagaimana Diagram berikut ini:

 

Pola gap analysis tersebut memerlukan ketajaman dalam   analisis SWOT sebab amat menentukan keberhasilan dalam   merumuskan perencanaan strategis, sehingga rencana   yang dibuat cukup rasional dan aplikatif bagi pencapaian   sasaran-sasaran strategis dalam bidang pendidikan.

 

Sumber :

Buku PERENCANAAN PENDIDIKAN
Dr. Manap Somantri, M.Pd.

Facebook Comments

tags: , , , , , , , , ,

Related For Perencanaan dan Manajemen Strategis