Siapakah Kepala Sekolah itu ?

Senin, Januari 29th 2018. | Artikel, Manajemen Pendidikan

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional (2011) Kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin Taman Kanak- Kanak/Raudhotul Athfal (TK/RA), Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB), Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMK/MA), Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK), atau Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) yang bukan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) atau yang tidak dikembangkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Sudarwan (2002) kepala sekolah adalah guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Meskipun senabagi guru yang mendapat tugas tambahan kepala sekolah merupakan orang yang paling betanggung jawab terhadap aflikasi prinsif-prinsif administrasi pendidikan yang inovatif di sekolah.

Sebagai orang yang mendapat tugas tambahan berarti tugas pokok kepala sekolah tersebut adalah guru yaitu sebagai tenaga pengajar dan pendidik,di sisni berarti dalam suatu sekolah seorang kepala sekolah harus mempunyai tugas sebagai seorang guru yang melaksanakan atau memberikan pelajaran atau mengajar bidang studi tertentu atau memberikan bimbingan. Berati kepala sekolah menduduki dua fungsi yaitu sebagai  tenaga kependidikan dan tenaga pendidik. Hal ini sesuai dikemukakan oleh Sudarwan   tentang jenis-jenis tenaga  Kependidikan sebagai berikut:

  1. tenaga pendidik terdiri atas pembimbing,penguji,pengajar dan pelatih
  2. tenaga fungsional pendidikan,terdiri atas penilik,pengawas,peneliti dan pengembang di bidang kependidikan, dan pustakawan
  3. tenaga teknis kependidikan,terdiri atas laboran dan teknisi sumber belajar
  4. tenaga pengelola satuan pendidikan,terdiri atas kepala sekolah,direktur,ketua,rector, dan pimpinan satuan pendidikan luar sekolah.
  5. tenaga lain yang mengurusi masalah-masalah manajerial atau administrative kependidikan.

Muhammad Kristiawan, Dian Safitri, dan Rena Lestari (2017) sebagai pemimpin yang mempunyai pengaruh, kepala sekolah berusaha agar nasehat, saran, dan perintahnya diikuti oleh guru-guru maupun semua orang yang ada di dalam lingkungan sekolah tersebut. Dengan demikian ia dapat mengadakan perubahan-perubahan dalam cara bersikap, berfikir, dan tingkah laku yang dipimpinnya dengan kelebihan yang dimilikinya yaitu kelebihan ilmu, pengetahuan dan pengalamannya. Dalam melaksanakan fungsi kepemimpinannya, kepala sekolah harus melakukan pengelolaan dan pembinaan sekolah melalui kegiatan administrasi, manajemen dan kepemimpinan yang sangat tergantung pada kemampuannya.

Poerwadarminta dalam buku manajemen pendidikan oleh Muhammad Kristiawan, Dian Safitri, dan Rena Lestari (2017) secara etimologi, kepala sekolah adalah guru yang memimpin sekolah. Kata kepala sekolah berasal dari dua kata yaitu kepala dan sekolah. Kata kepala dapat diartikan sebagai ketua atau pemimpin dalam suatu organisasi sedangkan sekolah adalah sebuah lembaga di mana tempat terjadinya penerimaan dan pemberian penjelasan.

Depdiknas (1999) hal-hal yang memengaruhi kepemimpinan kepala sekolah antara lain sebagai berikut:

  • Kepribadian yang kuat, yakni pribadi yang percaya diri, berani, bersemangat, murah hati, dan memiliki kepekaan sosial;
  • Memahami tujuan pendidikan dengan baik, karena dengan pemahaman yang baik, kepala sekolah dapat menjelaskan kepada guru, staf, murid-murid dan pihak yang terkait tentang strategi pencapaian tujuan sekolah;
  • Memiliki pengetahuan yang luas tentang bidang tugasnya maupun bidang lain yang terkait; dan
  • Memiliki keterampilan yang profesional, yaitu keterampilan yang terkait dengan tugasnya sebagai kepala sekolah yaitu keterampilan teknis (menyusun jadwal pelajaran, memimpin rapat, melakukan supervisi), keterampilan hubungan kemanusiaan (memotivasi, mendorong guru dan staf untuk berprestasi), keterampilan konseptual (mengembangkan konsep pengembangan sekolah, mengidentifikasi dan memecahkan masalah serta mengantisipasi masalah yang akan timbul dari semua kemungkinan).

Stoner dalam Muhammad Kristiawan, Dian Safitri, dan Rena Lestari (2017) mengemukakan 8 fungsi kepala sekolah sebagai seorang manajer yaitu:

1) bekerja dan dengan melalui orang lain;

2) dengan waktu dan sumber yang terbatas mampu menghadapi berbagai persoalan;

3) bertanggung jawab dan mampu mempertanggung jawabkan;

4) berfikir secara realistik dan konseptual;

5) sebagai juru penengah;

6) adalah seorang politis;

7)adalah seorang diplomat; dan

8) mengambil keputusan yang sulit.

 

Menurut Purwanto dalam Muhammad Kristiawan, Dian Safitri dan Rena Lestari (2017) tugas dan tanggung jawab kepala sekolah/manajer pendidikan yaitu harus mengalami perkembangan dan perubahan, baik sifat maupun luasnya sesuai dengan pendidikan di Negara Indonesia yang bersifat Nasional demokratis, maka sifat kepemimpinan manajemen sekolah pun harus berubah dengan mengarah pada kepemimpinan pendidikan yang demokratis. Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah semakin luas dan makin banyak bidangnya. Kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab atas kelancaran jalannya sekolah secara teknis-akademis saja, benar hal itu adalah tugas dan tanggung jawab yang pokok bagi seorang kepala sekolah atau manajemen pendidikan.

Akan tetapi, mengingat situasi dan kondisi serta pertumbuhan sekolah sekarang ini, banyak masalah baru yang timbul yang harus menjadi tanggung jawab kepala sekolah untuk dipecahkan dan dilaksanakannya. Kekurangan ruangan belajar, gedung sekolah yang rusak, perlengkapan gedung yang sangat kurang dan tidak memenuhi syarat, tidak adanya alat-alat pelajaran, buku-buku pelajaran yang hampir setiap tahun berubah, cara penampungan murid baru yang setiap tahun bertambah, kekurangan tenaga kerja yang kesulitan pengangkatannya, semua ini memerlukan pemikiran dan menambah tugas serta tanggung jawab kepala sekolah atau manajemen pendidikan. Jadi, dalam proses pendidikan seorang kepala sekolah atau menajemen pendidikan sangat berperan dalam menentukan jalannya pendidikan serta bertanggung jawab atas kelancaran proses pendidikan yang ia pimpin dengan memperhatikan segala hal yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan tersebut, baik itu sarana prasarana, guru maupun peserta didik.

 

Menurut Dirawat dalam Muhammad Kristiawan, Dian Safitri dan Rena Lestari (2017) tugas dan tanggung jawab kepala sekolah dapat digolongkan kepada dua bidang antara lain sebagai berikut.

  1. Tugas kepala sekolah dalam bidang administrasi dapat digolongkan menjadi 6 bagian sebagai berikut.
  2. Pengelolan pengajaran merupakan dasar kegitan dalam melaksanakan tugas pokok. Kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan seperti, menyusun jadwal pelajaran, mengatur kegiatan penilaian, melaksanakan norma-norma kenaikan kelas, dan lain sebagainya;
  3. Pengelolaan kepegawaian yaitu menyelenggarakan urusan-urusan yang berhubungan dengan penyeleksian, pengangkatan, kenaikan pangkat, cuti, perpindahan dan pemberhentian anggota staf sekolah;
  4. Pengelola kemuridan, dalam bidang ini yang nampak adalah perencanaan dan penyelenggaraan murid baru, pembagian murid atas tingkat-tingkat, kelas atau kelompok, perpindahan dan keluar masuknya murid;
  5. Pengelolaan gedung dan halaman, pengelolaan ini menyangkut usaha-usaha perencanaan dan pengadaan, inventarisasi, pengaturan pemakaian pemeliharaan, rehabilitasi perlengkapan dan alat-alat material sekolah, keindahan dan kebersihan umum;
  6. Pengelolaan keuangan, dalam bidang ini menyangkut masalah-masalah urusan gaji guru dan staf sekolah, urusan penyelenggaraan otorisasi sekolah, urusan uang sekolah dan uang alat-alat murid; dan
  7. Pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat, untuk memperoleh simpati dan bantuan dari masyarakat termasuk orang tua, murid-murid, dan untuk dapat menciptakan kerja sama antara sekolah dan lembaga sosial.

 

  1. Tugas kepala sekolah dalam bidang supervisi

Kepala sekolah bertugas memberikan bimbing, bantuan, pengawasan, dan penilaian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan teknis penyelenggaran dan pengembangan pendidikan pengajaran yang berupa perbaikan program dan kegiatan pendidikan pengajaran untuk dapat menciptakan situasi belajar mengajar, tugas tersebut sebagai berikut.

  1. Membimbing guru agar mereka dapat memahami secara jelas tujuan pendidikan pengajaran yang hendak dicapai;
  2. Membimbing guru agar mereka dapat memahami lebih jelas tentang persoalan-persoalan dan kebutuhan murid; dan
  3. Menyeleksi dan memberikan tugas-tugas yang paling cocok bagi setiap guru sesuai dengan minat, memberikan penilaian terhadap prestasi kerja sekolah berdasarkan standar-standar sejauh mana tujuan sekolah itu dicapai.

Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah sebagai supervisor harus memperhatikan prinsip-prinsip:

1) hubungan konsultatif, kolegial dan bukan hirarkhis;

2) dilaksanakan secara demokratis;

3) berpusat pada tenaga kependidikan (guru);

4) dilakukan berdasarkan kebutuhan tenaga kependidikan (guru);

5) merupakan bantuan profesional. Kepala sekolah sebagai supervisor dapat dilakukan secara efektif antara lain melalui diskusi kelompok, kunjungan kelas, pembicaraan individual, dan simulasi pembelajaran.

 

Muhammad Kristiawan, Dian Safitri, dan Rena Lestari (2017) Seorang kepala sekolah yang berperan sebagai administrator memiliki sepuluh peran yaitu, peran pribadi, kepala, pemimpin, penghubung, peran pengetahuan supervisi, penabur pengetahuan, juru bicara, peran dalam mengambil keputusan, wiraswastawan, pemecah waktu, pengalokasi sumber daya, dan perunding. Secara garis besar pemimpin pendidikan memiliki tiga peran utama yaitu sebagai berikut.

  • Peran kepemimpinan kepala sekolah
  1. Kepala sekolah merupakan kunci dalam membentuk kultur sekolah. Kepala sekolah harus dapat membentuk budaya positif, di mana staf berbagi pengertian, dan memiliki dedikasi untuk peningkatan sekolah dan pengajaran.
  2. Kepala sekolah harus dapat menjalin hubungan dengan kelompok internal dan eksternal. Kelompok internal seperti:

1) pengawas dan pengelola pendidikan pusat;

2) dewan sekolah;

3) teman sejawat;

4) orang tua;

5) masyarakat sekitar;

6) guru; dan

7) siswa.

Sedangkan kelompok eksternal yaitu profesor, konsultan, badan akreditasi, dan sebagainya.

  • Peran manajerial kepala sekolah
  1. Peran manajer merupakan aspek utama kepemimpinan kepala sekolah. Keterampilan manajerial yaitu:
  • teknis/technical, mencakup teknik proses manajemen (perencanaan, pengaturan, koordinasi, pengawasan, dan pengendalian);
  • manusia/ human, keterampilan hubungan antara manusia, memotivasi dan membangun moral; dan
  • konseptual/conceptual, menekankan pada pengetahuan dan teknis terkait jasa atau produk tentang organisasi.
  1. Secara umum, kepala sekolah harus memimpin dari pusat (lead from the centre), demokratis, mendelegasikan tanggung jawab, memberi kuasa dalam pengambilan keputusan, dan mengembangkan usaha elaboratif yang mengikat siswa, guru dan orang tua. Hal tersebut mengandung arti bahwa pemimpin dalam segala hal hendaknya ada di tengah komponen organisasi.
  2. Kepemimpinan untuk kepala sekolah yaitu:

1) kepemimpinan struktural;

2) kepemimpinan fasilitatif;

3) kepemimpinan yang mendukung; dan

4) kepemimpinan partisipatif.

Semua faktor tersebut menekankan keterampilan manajerial dan administrasi. Keberhasilan kepala sekolah adalah dapat memodifikasi atau menyesuaikan empat faktor kepemimpinan sesuai kebutuhan sekolah.

 

  • Peran kurikulum pengajaran kepala sekolah

Bidang kurikulum pengajaran hendaknya menjadi prioritas kerja utama kepala sekolah sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya. Ada enam peran kepala sekolah di bidang kurikulum pengajaran yaitu:

  1. a) menjamin kualitas pengajaran;
  2. b) mengawasi dan mengevaluasi pengajaran;
  3. c) mengalokasi dan melindungi waktu pengajaran;
  4. d) mengoordinasi kurikulum;
  5. e) memastikan isi mata pelajaran tersampaikan;
  6. f) monitoring kemajuan siswa.

Enam peran tersebut menggambarkan suatu contoh kepala sekolah efektif.

 

Sumber : google.com

Facebook Comments

tags: , , , , , , , , , , , ,

Related For Siapakah Kepala Sekolah itu ?